Sunday, 30 October 2011

Ga Mau Nikah Kalo Ga Sama Orang Jawa!! (The Power of Stereotype Thinking)

Post ini sebenernya sesuatu yang sudah lama saya pikirkan, yg triggered gara-gara heboh pernikahan anak Sultan tempo hari, GKR Bendara dengan KPH Yudanegara.

Ceritanya waktu itu saya dan ibu saya sedang menonton TV yang menyiarkan acara pernikahan itu. Tentunya pembaca sudah tahu kalau suami anak sultan itu bukan keturunan ningrat dan bukan juga orang Jawa. Lantas, ibu saya berkata 'Wah, baik banget ya Sultan, anaknya boleh nikah sama orang yang bukan keturunan Jawa!'

Ucapan ibu saya itu spontan mengingatkan saya pada kejadian beberapa bulan silam. Waktu itu saya sedang nonton acara Hitam Putih di Trans 7. Bintang tamu acara itu (saya gak tau siapa, maklum saya jarang banget nonton TV sampai-sampai saya paling cuma tahu <1% muka artis Indonesia) waktu itu ditanya oleh presenternya (Deddy Corbuzier bukan sih? Dan ya, segini menyedihkannya saya sampai-sampai engga tau mukanya Deddy Corbuzier, meski namanya sering saya dengar). Pertanyaannya kira2 begini, 'Apa karakteristikmu dalam memilih suami yang ideal?'

Kemudian si artis menjawab, baik perhatian dan blablabla macam2 karakteristik cowok ideal, tapi kemudian diakhiri dengan perkataan 'dan calon suami saya harus Batak'. Alasannya, karena 'itu keinginan orangtua'.

Ucapan sang artis itu menyentil suatu bagian terdalam dari hati saya. Diam-diam saya berpikir, "Apa iya ras bisa dijadikan kriteria dalam memilih jodoh?" Sejujurnya saya gak pernah memikirkan hal ini secara serius. Orangtua saya gak pernah secara spesifik meminta saya harus bersuami orang Jawa tapi secara implisit terlihat kalo mereka lebih senang kalo saya memilih orang Jawa sebagai pacar (or suami, eventually). Well, bukannya saya pernah punya pacar yang bukan orang Jawa, thanks to my antisociality sampe2 orang-orang yang saya kenal cuma itu-itu saja, tapi tetep saja saya tahu kalo orangtua saya akan lebih prefer saya memilih pasangan hidup yang orang Jawa.

Nah, seperti yang saya bilang, saya dulu gak pernah berpikir soal ini secara serius, karena saya pikir hal ini sudah taken for granted alias wajar. Bagian mana dari 'nurutin keinginan orangtua' yang enggak wajar? Sebagai anak berbakti, sudah tentu itu kewajiban kita. Nah, kemampuan saya berpikir kritis soal hal ini baru tertantang ketika kemudian seorang teman saya ada yang mengatakan "Masa jodoh harus ditentukan berdasarkan ras?". Entah gimana detilnya sampai kami bisa mendiskusikan itu tapi yang jelas pertanyaan dia itu saya ingat betul dan sejak itulah saya mulai terpikir, sebenarnya orang Indonesia itu rasis tanpa disadari.

(Oke, mulai bagian ini mungkin pos saya akan sedikit eksplisit dan berbau sedikit 'rasis' meski maksud saya bukan untuk rasis. Kalau tidak mau membaca, harap jangan diteruskan. You have been warned!)

Seberapa sering kita mendengar obrolan-obrolan berbau stereotype semacam 'Jangan nikah sama orang Cina soalnya mereka suka pelit', 'Jangan nikah sama orang orang Maluku, mereka suka kasar sama istrinya', atau 'kalo mau nikah sama orang Jawa aja, orang Jawa itu paling baik' (ya jelaslah paling baik, kalo dipandang dari sudut pandang orang Jawa juga tentunya).

Menilai orang berdasarkan ras atau golongan tanpa lebih dulu mengenal orangnya inilah yang dinamakan stereotype thinking, dan prejudice semacam ini menurut saya bener-bener gak berguna dan banyak salahnya. Coba pikir: Orang Cina pasti pelit, orang Maluku kasar, orang Sunda enggak bisa dipercaya, orang Jawa paling baik (maaf soalnya post ini ditulis orang Jawa, jadi seringnya dengar hal yang baik-baik soal orang Jawa, padahal gak mesti juga). Nah, pertanyaannya: emang tau darimana sampe2 bisa menyimpulkan begitu padahal pernah ketemu atau bergaul sama orang-orang itu aja belum tentu kalian pernah?

Stereotype merupakan sesuatu yang mencegah kita untuk benar-benar mengenal dan menerima seseorang apa adanya. Coba pikir, Indonesia ini punya banyak sekali suku yang tersebar luas dari Sabang sampai Merauke. Ada orang Batak, Dayak, Sunda, Padang, Jawa, Cina, dan sebagainya. Rugi benar kalo sampe kita mencegah diri kita kenal sama orang yang berlainan suku cuma gara-gara rumor yang menyebutkan 'awas jangan mau sama dia soalnya dia orang xxx! Ntar kamu pasti rugi deh soalnya dia pasti begini begini begitu'. Screw that, man! First, you should know him or her before ever making such a judgment and second, judge that person on the very essence of him as a person, not based on his or her race! Race has no effect on the very quality of a person whatsoever!

Coba pikir, emang apa sih efeknya ras ke kualitas kita sebagai manusia? Apakah orang Jawa punya hati yang lebih baik dibandingkan orang Sunda? Apakah orang Minang tidak bisa dipercaya karena dia bukan orang Jawa? Kalo kita memandang suatu ras lebih baik daripada yang lainnya, itu adalah karena kesombongan kita sendiri, keegoisan kita memandang ras kita paling baik, mungkin karena memang kita tumbuh dan berkembang dalam budaya yang didominasi ras tersebut sehingga pikiran kita otomatis jadi sama seperti mereka. Dan, inilah yang menyebabkan budaya pemikiran kita yang semakin sempit, yang cuma mau menerima orang dari ras tertentu sebagai pasangan hidup kita, bahkan tanpa mencoba mengenal lebih baik orang yang berlainan ras atau suku dengan kita.

Karena itulah saya senang ketika Sultan membolehkan anaknya menikah dengan orang yang bukan orang Jawa dan Deddy Corbuzier mencecar si bintang tamu yang menjawab 'suami saya harus Batak' tadi itu. Deddy bertanya 'Memang apa pengaruhnya kalo suami kamu Batak? Apa seseorang akan lebih baik untuk kamu simply karena dia orang Batak?' dan si artis ga bisa menjawab kecuali berkali-kali menekankan kalo itu keinginan orangtua. Well, see? You really can't judge a person based on his or her race dan saya senang ternyata ada beberapa orang juga yang sudah sadar akan hal itu. Stereotype is bad, man! You will lose the chance of actually knowing a great person simply because you have made prejudices before really knowing that person as a person.

Wednesday, 6 April 2011

Día Oficial de Fernando Torres

Lol... I tried making the post's title in Spanish... I wanted to say 'Official Fernando Torres's Day'.. so how was it? I hope that was the right way to say it (giggle).

Anyway, what the heck is 'Official Fernando Torres's Day'? Is there actually an official day for Liverpool (CHELSEA) no. 9? Of course not (Lol). Actually it's not something that important but it's just so weird that I want to share this.

I've been in this campus for almost a year already and for so long I have NEVER seen anyone wearing football (English, not American) jersey. But today, when I sat in my first Wednesday Class - Marketing 3000 - ready for my exam, this guy in front of me wore the jersey that I despise the most. A blue No. 9 Chelsea jersey with Torres's name written on it.

Maybe you can already tell that I am one of those Liverpool fans who loved and idolized Fernando when he's still in Liverpool. To me he's one of the greatest players I've ever seen. And I guess I also don't need to explain anymore how I'm heartbroken by his move to Chelsea and now torn between still loving him (because I still remember how he was such a good player in Liverpool and wonder if one day I can see his old, frightening self again who successfully terrorized the defense of Premier League in his early years for Liverpool) and despising him (after saying Liverpool this, Liverpool that, and how he's happy playing for Liverpool... he made a move to Chelsea which he referred to as the 'bigger' team on another level than Liverpool. Really, ew.)

So, back to my story, every time I look ahead, I always saw a flash of blue and a big '9' with capital 'TORRES' written over the number. Ew, that successfully distracted my attention all the way through exam. And anyway, I still have to wonder why he decided to put on that Torres's jersey, especially after his poor performance lately (he still hasn't scored for Chelsea).

And then, on my way home, I saw somebody with a red Liverpool jersey (and old one, the front still bear Carlsberg's mark). Pushed by curiosity, I decided to take a peek to see whose name he got on the back (I got a very strong feeling that it will be Torres's), and as soon as I saw it, I just had to laugh. Yes, that jersey was identical with the one I saw earlier. It also bore a big '9' with capital 'TORRES' written over it, only this one was red. OK. I have never seen people wearing football jersey and now Two Fernando Torres in one day. Such a weird day O.O

Anyway, I know it's not that important and maybe I'm overreacting (so what if I had seen two people wearing Torres's jersey? People can wear what they want). I know that, but still it feels weird to me, the way his name just popped out in front of me, not to mention it's in AMERICA (People in America DON'T watch English football. Maybe less than 10% watch it.). Also, not to mention that I had spent my saving money to buy his jersey and then he just went and left Liverpool. I haven't even worn that jersey more than once. Thank you, Torres. Thank you very much.

Ps: Not to mention that I also saw two more people wearing Barcelona's jersey, and one of them was my professor in Marketing Class. And now I also wear a blue Spanish jersey.

Friday, 1 April 2011

The Time Traveler's Wife Book Review


I know I'm so late at making this review and most of you probably had seen the movie or read this book already but what the hell. I love this book and still going to recommend you to read it just in case you haven't :)

This book revolves around the love story between Henry and Clare. Henry DeTamble, a 28 year-old librarian who lives in Chicago and looks just like a perfectly normal librarian with an extraordinary love for books.... except that he is anything but normal. He was born a Chrono-impaired person, meaning he often finds himself time-traveling.... involuntarily. Instead of time-traveling, probably the more appropriate term is that he often finds himself displaced in time. He can never control when or where he will be going, and since he is not allowed to take anything with him when time traveling, not even his clothes, he often has to survive by pickpocketing, picking locks, and stealing.

Henry first met Clare at the age of 28. For Clare however, that was not her first time meeting him. Many times in her past she had seen the future self of Henry, who time-traveled back to when Clare was as young as six. This extraordinary couple finally got married, and in this book they take turn telling stories from their side.

How Henry has to deal with all the hardships he experiences during time-traveling and how he misses home and hates to go away where Clare can't follow. How he despises himself for being such unreliable husband during all the time they were together. And Clare - how she is the one who has to wait for Henry every time, worrying, wondering if her husband is somewhere out there, if he is all right.

I was a little skeptical about this book, especially because the first half of the book looks more like a science fiction. But as the story goes on, what seemingly a science fiction turned into a real love story and got me badly captivated. Especially with its brilliant and touching ending, it will be hard not to be moved to tears by Henry and Clare's true love across the time. When you really love somebody, time and distance mean nothing.

Thursday, 6 January 2011

Terrible Mistake

How deep I've hurt you...


Forgive me, though I know I can never be forgiven....


How heavy is the burden of forgiveness....


How deep is the burden of my sin...


Forgive me...

Thursday, 23 December 2010

Think of Me

Think of me

Think of me fondly

when we said goodbye

Remember me, once in a while

please promise me you'll try


When you find that, once again

you long to take your heart back and be free

If you ever find a moment

spare a thought for me...


We never said our love was evergreen

or as unchanging as the sea...

But if you can still remember

stop and think of me....


Think of all the things we've shared and seen

Don't think about the things which might have been..


Think of me...

Think of me waking

silent and resigned


Imagine me..

Trying too hard to put you from my mind


Recall those days..

Look back on all those times

Think of all the things we'll never do

There will never be a day when I won't think of you....


We never said our love was evergreen

or as unchanging as the sea..

But please promise me

that sometimes

you will think of me.....

(Courtesy of Phantom of the Opera. Music by Andrew Lloyd Webber)

Wednesday, 22 December 2010

Long Distance Relationship : Yes I Will Survive!

I'm not gonna lie about this: it's hard.

Especially when you are thousands of kilometers apart from your beloved one. He's all the way in Indonesia... and I'm in America.

Your days and nights are not the same anymore, you started doing new things separately, your worlds are changing and they slowly become different. It's becoming harder and harder to see each other, your feelings are not connected and you feel as though you don't understand each other anymore.... And that's when your love's gonna be tested.

Well, I guess need to provide a little detail about why I'm in a long distance relationship.

On August 2010 I left home for Global Undergraduate Exchange Program. I'm gonna spend about ten months in the USA, and come home on May 2011.


Deep inside, as happy as I am for getting this scholarship, I could never forgive myself for leaving him alone, at the time when he needs me the most. This year he finally graduated from college, and started looking for work, and I really hate myself for not being able to see with my own eyes the moment he started taking his first step to the outer world. I hate myself for not being able to be there with him in such a crucial moment, when he began stepping toward his future. I hate myself.

I tried to be a really good girlfriend even though I'm faraway but I know that's not enough. I want to be there with him. What am I doing here? Why am I alone? Why am I leaving him? Sometimes the feeling of loneliness is just so overwhelming that I want to cry. But I tried to suck them all up and convince myself. Yes, it's only for a year! I will survive until May!

And then came that call. He got a job in Kalimantan (it's somewhere really far away from my hometown). I was really happy that he got a job.... but also terrified. He's moving away.. Who knows if I will be able to see him again in the future? Kalimantan is really far, it's costly to go back home. And he might never get a holiday long enough so that he can visit home. Suddenly everything just feels so... empty. Lonely. I used to be so eager waiting to come home because I know I'll see him again if I come home. But now? Even though I come back to my hometown, it will not be the same anymore... not without him there. When will I ever see him again? God knows.

A little advice for those who are also in LDR:

1.) Long distance relationship relies on two things : trust and commitment. As long as you believe in your partner and keep your commitment, you'll be fine.

It is so much easier said than done. Distance is a terrible thing. Sometimes you feel as though your hearts are not connected anymore. You feel as though you don't understand each other. You began to fight, and you are scared seeing how your friends who are also in LDR began to break up one by one, and you wonder if that will happen to you as well.

2.)Don't worry too much about it. Life goes on. For me, I strongly believe that he is my one and only and I will keep trusting him, because I know that I can never feel this way again for anybody else. As lonely as I am right now, I have no intentions of breaking up. But if you feel that LDR is not working for you, don't force yourself. Break up and get it over with.

3.) Always remember that it is NOT going to be easy. Don't expect anything close to the relationship you were in back home because it is going to be entirely different. It is not going to be as romantic or intimate. There will come days when you feel lonely, but take it easy. Go out and hang around with your friends if you feel lonely, but remember to ALWAYS keep your trust and commitment. Your partner is not going anywhere and so is you.

4.) Seek moral support. If you look around, it's highly possible that you will find friends in the same situation as you (LDR) and trust me, that makes you feel a LOT better!


Lastly, say it to yourself : Long distance relationship? YES, I WILL SURVIVE!!!

Friday, 1 January 2010

Tahun baru 2010 : Perang Dunia II

Tahun baru 2010 saia lewatkan bersama temen2 SMA di rumah temen saya, Stanis. Meski nggak begitu banyak yang dateng, tapi tetep aja, seneng rasanya bisa kumpul2 lagi sama temen2 SMA setelah sekian lama. Bikin aq merasa kembali muda :P

Kenapa aku bilang 'Perang Dunia II'...? Jelas ada ceritanya, yg laen drpd yg laen XD

Jadii.... pas pergantian taun, kita pun memutuskan untuk maen kembang api. Temen saya sudah beli kembang api super yang ledakannya besar dan suaranya dahsyat. Kemudian, si kembang api itu pun dipasang di atas pagar rumah. Sesaat kelihatannya berdirinya cukup kokoh. Tapii.... setelah ledakan pertama, kedudukannya si kembang api jadi goyah. Posisinya jadi miring dengan moncong menghadap ke arah rumah stanis!

Setelah itu, saya nggak tahu apa yang terjadi.


Mungkin dia merasa takut kalo ledakan kembang api kena rumahnya stanis

Mungkin dia takut kalo rumahnya stanis kebakar


Pokoknya, seorang temen saya, anak Manajemen '07 berinisial K lantas me- NENDANG mercon tersebut. (Benar, si mercon super yang sedang nyala itu di- TENDANG begitu saja. Don't try this at home)

Si mercon pun melayang.... dan jatuh ke lapangan basket di depan rumah stanis... dengan moncong menghadap ke rumah stanis dan ke arah kita semua.

Selanjutnya....


DHUAR!!

Ledakan pertama, sekeras bom atom Hiroshima, tepat di belakang saya, hampir bikin jantung saya copot!! Saya langsung melompat kaget dan menjerit sekuat-kuatnya. Mau lari tapi otak dan tubuh rasanya gak bisa berkoordinasi dengan baik, jadi saya cuman mematung di tempat sambil jerit-jerit.

DHUARR!!

Ledakan kedua, lebih dekat dan lebih keras daripada yang tadi! Bunga api berwarna oren menyembur lewat samping saya. Satu pikiran pun melintas di benak saya. Kabur! Selamatkan diri! Dan saya pun berlari sekencangnya untuk berlindung di balik pagar rumah stanis.

DHUAAARR!!

Si mercon meledak lagi, dan ternyata percuma bersembunyi di balik pagar rumah stanis. Pagarnya bolong2 dan semburan bunga api warna ungu masuk melalui celah2 itu, lewat tepat di depan mukaku!!


Sekarang aku tahu rasanya perang dunia II


Selanjutnya si mercon pun meledak dan meledak.... Saya lupa tepatnya berapa ledakan... Ketika akhirnya ledakan-ledakan itu berhenti, saya menoleh ke sekeliling, ke arah wajah temen2 yang pada pucat semua.

Beberapa saat kita pandang2an tanpa ngomong apa2...

Setelah itu kita pun ngakak habis2an.

Gelok!! Bener2 pengalaman gila dan sensasi tak terlupakan! Meskipun kita semua sepakat kalo bahaya maen2 mercon kayak begitu, tapi lucu banget ngelihat semua kekacauan yang terjadi saat kita dengan panik berusaha menyelamatkan diri masing2 dengan berlindung di balik pagar, semak2, ato ngungsi ke dalam rumah. Kita ngakak bersama gak ada habisnya.

Ya ampunn.... Thanx for the memories, guys! I luv u all! Buat K the Mercon-Kicker laen kali jangan tendang mercon sembarangan! Happy new year, all! XD

Saturday, 26 December 2009

Turning My World Upside-Down

Tadi pagi aku denger berita dari Kendo.... yang bener2 membuatku shock - nyaris nggak bisa aku percaya. Aku nyaris nggak mau percaya.

Seseorang yang deket denganku, keluarga yang aku sayangi, sedang dalam masalah besar.

Masalah besar.

Hidup adalah pilihan. Apa yang akan kita lakukan, dan nggak kita lakukan. Dan dia telah memilih. Sekarang dia harus menanggung semua risikonya....

Aku merinding membayangkan segala konsekuensi yang harus dia tanggung.

Hanya orang-orang tertentu yang bisa membantunya sekarang... Dan tentu saja, hanya Allah yang bisa.

Semoga dia selalu dalam lindungan-Nya... Amin...

PS: Cepet balik.... We miss you.

Tuesday, 22 December 2009

This movie captivates me in a way like nothing before

Just watched this film




And I'm seriously saying... this movie is nothing like I've seen before. Very beautifully made. Kalo dulu aku udah terkagum2 dengan animasi the Transformers... yang mampu membuat animasi transformasi robot2 itu dengan begitu halusnya... ternyata itu bukan apa2 dibanding ini. Sungguh deh... The deatil of each image is really amazing. Luar biasa.

Melihat film ini, seolah2 dunia Pandora benar-benar ada dan hidup di hadapan kita... para Na'vi yang hidup di sana... hutan mereka yang mistis.... tanaman2 yang bersinar cantik di malam hari... (kira2 kyk Macalania Woods di Final Fantasy X... tapi yang ini benar2 lebih bagus animasinya), dengan air terjun, lembah, tebing, gua... The scene is breathtaking, dan semua pemandangan maupun makhluk2 Na'vi terasa benar2 nyata. Semuanya dibuat dengan begitu halus. Revolusioner.


(Pandora Jungle. Bagus banget kan...? Sebenernya masih banyak yang lebih bagus lagi, tapi sayang aku nggak nemu )

Gimana dengan plotnya? Obviously still amazing. Meskipun nilai jual dari film ini adalah animasinya, bukan berarti lantas ceritanya jadi nggak jelas. Singkatnya, pada tahun 2164 ras manusia telah menghancurkan bumi mereka habis2an. Bumi telah sekarat. Dan kini mereka menemukan planet baru bernama Pandora, yang kaya dengan sebuah material bernama Unobtanium, yang kalau dijual harganya bisa sampai 20 miliar dollar per kg.

Tapi, planet ini telah dihuni oleh makhluk2 berekor, berkulit biru dan berbentuk seperti kucing yang disebut Na'vi. Perkampungan mereka tepat berada di atas sumber tambang Unobtanium terbesar yang pernah ada, dan orang-orang bumi mulai mencari cara agar mereka mau pindah. Salah satunya, yaitu dengan membuat "Avatar", makhluk yang berasal dari percampuran DNA Na'vi dengan orang bumi. Beberapa orang terpilih untuk menjadi "Avatar", untuk masuk ke tengah2 Na'vi dan mempelajari cara mereka, agar makhluk2 tersebut mau pindah dengan cara damai.

Jake Sulley adalah tokoh utama kita. Veteran marinir yang kini lumpuh ini menggantikan adik kembarnya yang tewas dibunuh, menjadi seorang avatar. Setelah tersesat di hutan dan dikejar-kejar oleh berbagai makhluk buas, Jake akhirnya bertemu Neytirri, putri kepala suku Omaticaya. Tadinya Jake akan dibunuh, namun ada berbagai pertanda yang menyebabkan kepala suku urung membunuhnya. Jake diterima jadi salah satu dari mereka.

Yang menarik di sini adalah, manusia digambarkan sebagai pihak yang jahat. Yang mau merebut secara paksa apa yang bukan miliknya, bahkan membunuhi suku pribumi untuk itu. Mereka tega merusak alam yang penuh dengan berbagai keajaiban yang menakjubkan, hanya karena ketamakan. Exactly like what we're doing now to our earth.

Lastly, Avatar IS really amazing. Gak berlebihan kalo dibilang, film ini revolusioner. James Cameron really is a genius. Nonton versi 2D nya aja udah bikin aku terkagum2 dan menahan napas sepanjang film... apalagi kalo 3D ya..?? Gila, pengen banget nonton 3Dnya>.<

Overall rating : 5stars out of five. A MUST SEE movie for everyone!

Friday, 23 October 2009

Aku sixpacked!!

Berhubung besok November akhir Insya Allah bakal ada kejurnas Perisai Diri antar perguruan tinggi di Gresik (penyelenggaranya Unesa alias Universitas Negeri Surabaya), mulai September akhir kemaren, PD UGM udah mulai siap2 dengan latian intensif (kalo kita nyebutnya TC alias Training Center) tiap sore. Latiannya gak maen2 lho... ini nih menu kita tiap sore :

1. Jogging 15 menit
2. Sprint, jalan angkat kaki, gerobak (jalan pake tangan), n gendong2an (kayak mbah surip, hhe)
3. Sit up min 50 kali (cewek) or 65 kali (cowok) atau 1 menit sebanyak2nya
4. Push up min 50 kali or 1 menit sebanyak2nya
5. Dower min 50 kali or 1 menit sebanyak2nya (LOL, pada gtw dower ya? Aq juga baru tau pas ikut PD. Teknisnya agak susah dijelasin sih jadinya males. hhe. Tapi yang jelas tu buat ngelatih otot perut bawah ^^)
6. Kalo pelatih lagi mood, bisa ditambahin tendang gejlig (tendang depan), n tendang sabit 1 menit sebanyak2nya

Itu baru latian fisik. Habis itu, kalo yang kut nomer kerapian teknik (seni) dilanjutin dg ngapalin ngompakin, n bagusin gerak. Kalo yang ikut fight disambung tendang sandsack 1 menit sebanyak2nya n sparing. Wuiii....

Capek...? Yah, awal2nya sih capek bangeeett.... Tapi lama2 ya biasa aja. Sebenernya berat ato nggak tu tergantung kita sendiri. Lagipula PD UGM udah pasang 1 target : JUARA UMUM!! Jadi mau seberat apa latian ya dijalanin aja. Pokoknya demi jadi juara! X)

Oia, ada satu lagi hasil tambahan dari TC ini, yaitu... badan jadi kenceng, otot2 kebentuk, dan jugaaa.... ternyata saia jadi sixpacked saudara2...! Wakakak, keren abisss.... I love my body so much now, ahahahaaa.... XD

Btw, untuk kejurnas kali ini, aku kebagian nomer kerapian teknik, materinya Teknik Asli Harimau. Untuk kerapian teknik kita gak turun secara individual, tapi di tim yang jumlahnya 3 orang. Temen setimku Mbak Rusda (Hukum '06) n Najwah (D3 Sastra Prancis '07). Berhubung kita bertiga cewek semua n materinya juga teknik harimau, maka nama panggung kita adalaah...

ENG ING ENG...

"TRIO MACAN!!"

* background music : 'Bang, sms siapa ini baaanggg.... Kok pesannya pake sayang sayaaaaanggg....'

Wakakakkk.... XD XD

Untunglah PD UGM taun ini lumayan full-team. Gak kayak taun lalu yang cuma 7 biji plus 1 manajer (yang masih gag dhong apa2. LOL). Tinggal berharap aja semuanya bisa berangkat, gak terbentur masalah klasik which iz dana. Doakan saja Trio Macan berhasi mencapai target, pulang bawa emas, n UGM juga bisa jadi juara umum ya teman2!!

Sunday, 9 August 2009

MERANTAU - Saatnya Film Silat Indonesia Bangkit



Udah lama saia denger gembar-gembor soal film ini... Kata banyak orang, film ini menjual grafik dan action superkeren yg belum pernah ada di film Indonesia selama ini. Saia sempet lihat trailernya, dan ternyata actionnya emang keren :D jadilah saia kepingin nonton.

Dan akhirnya kemaren Jumat, saia nonton film ini bersama para insan dunia persilatan Indonesia dari PD UGM. Namanya juga orang silat, pasti lah penasaran sama film silat Indonesia. Akhirnya jadilah kita berbondong2 kesana, sekitar 17 orang... lebih kayaknya. LOL

Aku masuknya telat, sempet ketinggalan bagian awal film sekitar 10 menit. Tapi pokoknya ceritanya gini. Yudha (Iko Uwais) adalah pesilat Harimau dari Minangkabau. Setiap anak laki2 dari Minang yang sudah dewasa diharuskan untuk merantau - meninggalkan kampung halamannya untuk kemudian membuat nama bagi dirinya di tempat yang jauh. Yudha meninggalkan kampungnya yang nyaman di pedalaman Minangkabau untuk pergi ke Jakarta, membawa mimpi untuk bisa mengajar silat pada anak2 Jakarta.

Sampai di Jakarta, ternyata hidup memang gak semudah yg dibayangkan. Jakarta kota yg keras, dan Yudha sangat naif. Lewat bantuan Eric, temen seperjalanan yg ditemui Yudha di bus, Yudha ditawari pekerjaan jadi tukang pukul (ato apalah, pokoknya bwahannya mafia gitu) tapi Yudha gak mau.

Gak sengaja, Yudha ketemu cewek cantik namanya Astri (Sisca Jessica) n adeknya, Adit (Yusuf Aulia) yg jadi korban dari gerombolan penjual manusia yg dipimpin Ratger (Mads Koudal) n Luc (Laurent Buson). Bisa ditebak, akhirnya terjadilah kejar2an yg penuh dg adegan action saat Yudha berusaha menyelamatkan Astri dari tangan gerombolan tersebut.

Ceritanya sih biasa aja, malah endingnya agak eswete kalo menurutku. Mungkin maksudnya biar dramatis... tapi malah jadi sinetron banget....

Nilai plus film ini ada di grafiknya yg jernih n memanjakan mata, action, n efek2 yg OKE punya. Emang film action yg belum pernah ada di layar Indonesia selama ini. Actionnya kelihatan mirip banget sama film2 Jackie Chan, kurang keliatan silatnya kalo menurutku... yah cuman bak-buk-bak berantem biasa ajah. Tapi tetep aja... incredible! Akhirnya ada juga film action Indonesia... ga melulu drama, horor, ato film religi yg bikin ngantuk.

Oia, sekedar warning, jangan bawa anak di bawah umur untuk menonton! Soalnya film ini lumayan brutal n banyak darah (meskipun darahnya warna pink jadi ga keliatan kayak beneran...) tapi ya tetep aja bikin aku agak mual2 >.<

Overall rating :
Story : 7.5
Graphic : 9.0

(apalagi yg mau dirate ya? aku bukan kritikus film sih. Cuman mau ngasi resensi aja XP)

Overall 4 out of 5 stars lah... worth watching kok. Bangga juga aku di Indonesia bisa bikin film action yang OK punya. Ada yg mau nonton?? XD

Friday, 24 July 2009

Waterbom Bali

Aku baru pulang dari Bali n Jakarta. Sayangnya liburannya bentar banget, n satu2nya memorable moment cuman pas ke Waterbom n jalan2 di pantai n pasar Kuta.

Aku pergi ke Waterbom tanggal 18 pagi. Asiiiik... udah lama buanget gak kesini sejak umurku... 12 taun apa ya? Pokoknya udah lama buangeeett XD. Ada beberapa perubahan yang aku perhatiin di Waterbom sejak terakhir aku kesana

1. Ada mainan2 baru : Superbowl n Boomerang. Antrinya menn... puanjangg!! Benernya males antri, tapi jarang2 ke waterbom dan mumpung ada mainan baru, masa ga dicoba. Kalo di Superbowl, kita meluncur muter2 di mangkuk raksasa warna oren. Asik sih, tapi sensasinya kalah ama Boomerang, dimana kita terjun 20 meter nyaris tegak lurus, naik di sisi lain, trus turun lagi *bingung ya? liat gambarnya aja deh* XD



(superbowl)



(boomerang. kita meluncur di perosotannya, naik ke temboknya, terus baru deh turun. mantapp)

2. Air di Waterbom sekarang jadi air asin (ato air payau?). Yang jelas wuekk... ga enak buangett! Wah gawat nih dampak abrasi di Bali. Kayaknya daerah2 sekitar pantai emang udah mulai kesulitan dapet air tawar.

3.Harga2 MELANGIT!!! Aku hampir pingsan waktu tau harga masuk rombonganku (5 dewasa, 2 anak2). Benernya kalo pake kartu pelajar bisa diskon 50% (lumayan banget kan?) tapi sayang gabisa dipake, soalnya lagi high season T.T Uda gitu, harga sewa loker, gazebo, bahkan sewa HANDUK sekalipun bikin aku sesek napas. Aku sampe nyaris kuatir kita harus puasa ga makan siang. Untungnya uang yang kita keluarin buat sewa loker n anduk dikembaliin setelah kita selesai make n kembaliin anduk n kunci loker. Harganya yang mahal itu ternyata jaminan biar kita gak ngilangin anduk ato kunci lokernya. Tapi tetep aja... MAHAL! Ya jelaslah, yang masuk aja bule2 semua. Bener2 manusia dari berbagai bangsa n negara... dan nyaris ga ada org lokal kecuali staf Waterbom n beberapa gelintir org laen.


Tips : Guys, laen kali kalo mau ke Waterbom, bawalah handuk sendiri n bawa orang buat ngejagain barang2... dengan demikian ga perlu nyewa anduk... n harga tiket masuk 1 org lebi murah daripada sewa loker n gazebo. Jangan bawa makanan dari luar soalnya tas kita bakal digeledah ama petugas (teliti banget lho). Kalo mau makan, harus beli di areal Waterbom (mahal banget). Kalo ga mau beli makanan, makan dulu aja di luar :P

4. Ada sistem baru buat bertransaksi di areal Waterbom. Jadi, sekarang, Waterbom gak melayani transaksi dengan cash. Kalo kita punya cash, kita depositin dulu di account kita. Nanti kita bakal nerima gelang yang ada barcodenya, tempat cash kita disimpen. Tiap mau transaksi, kita pake gelang ini, cashnya bakal didebet secara otomatis dari akun kita. Praktis ya? XD *Tapi tetep aja... mahal! Ada harga lokal gtu kek... -__-*

Tapi tetep aja.. Waterbom emang OK! (yaiyalah... duit segitu ga worth spending bisa kesel beneran aku). Seneng juga kesini lagi setelah sekian lama. Seruuu... Jadi pengen kesini ama temen2, kapan ya? XD

Monday, 22 June 2009

KONTROL ORGANISASI

Membangun struktur organisasi saja ternyata tidak cukup untuk memastikan bahwa suatu perusahaan kemudian akan beroperasi secara efektif dan efisien. Tanpa adanya fungsi kontrol, karyawan tidak akan merasa termotivasi untuk berperilaku sedemikian rupa agar bisa mencapai tujuan organisasi. Manajer dan karyawan dari unit fungsional yang berbeda akan cenderung fokus kepada tujuan unit mereka masing-masing dan bukan tujuan organisasi. Tugas seorang manajer lah untuk kemudian mengontrol: mengendalikan dan membentuk aktivitas divisi, fungsi, dan karyawan organisasi agar mereka dapat bekerja sebagai satu kesatuan yang harmonis.

Dalam planning dan organizing, manajer membangun strategi dan struktur organisasi yang mereka harapkan dapat memanfaatkan sumber daya yang dimiliki seefisien mungkin, dan juga dapat menciptakan nilai tambah bagi konsumen. Dalam langkah selanjutnya, yakni controlling, manajer memonitor dan mengevaluasi apakah strategi dan struktur yang mereka bangun berjalan sesuai harapan atau tidak. Apabila tidak, manajer kemudian akan mencari penyebabnya, untuk berusaha memperbaiki dan meningkatkan performa strategi dan struktur organisasi tersebut.

Kontrol organisasi dapat membantu suatu perusahaan memperoleh keunggulan kompetitif. Misalnya, sistem kontrol memiliki ukuran yang dapat digunakan untuk mendapatkan gambaran seberapa efisien penggunaan sumber daya oleh perusahaan. Kontrol organisasi juga memberikan feedback kepada perusahaan mengenai kualitas produk mereka. Apabila perusahaan memonitor seberapa banyak keluhan yang datang dari konsumen setelah menggunakan produk mereka, maka perusahaan akan mendapatkan gambaran mengenai kualitas produk. Dalam meningkatkan customer responsiveness, perusahaan sebaiknya menggunakan sistem kontrol yang dapat digunakan untuk memonitor perilaku karyawan, terutama mereka yang melakukan kontak langsung dengan konsumen. Dalam hal meningkatkan inovasi, seorang manajer harus dapat membangun sistem kontrol yang mendorong karyawan untuk berani mengambil risiko. Misalnya, dengan cara mengevaluasi kinerja karyawan dan memberikan reward terhadap karyawan yang dinilai paling inovatif.

Manajemen Konflik

Dalam suatu organisasi, tidak bisa dihindari terjadinya konflik, baik karena perbedaan pendapat, perspektif, atau hal-hal lain. Konflik sering dipandang sebagai sesuatu yang tidak menyenangkan dan sebisa mungkin harus dihindari. Padahal konflik sesungguhnya justru diperlukan untuk perkembangan organisasi. Dengan adanya konflik dan berbagai pandangan yang berbeda, kita bisa menganalisis kelemahan kita dari berbagai sudut, dan membuat keputusan yang efektif yang dapat meningkatkan kinerja kita. Tentu saja, konflik di dalam organisasi harus berada di level yang pas, dengan kata lain tidak terlalu banyak dan tidak terlalu sedikit. Terlalu sedikit konflik berarti organisasi tersebut homogen dan punya kecenderungan terjebak dalam groupthink. Terlalu banyak konflik juga buruk dampaknya bagi perusahaan, kinerja perusahaan akan terhambat, sebab anggotanya tidak pernah mencapai kata sepakat untuk bergerak maju.

Ada empat tipe umum konflik, yaitu konflik interpersonal (antarindividu), konflik intragrup (intern dalam sebuah kelompok, misalnya dalam departemen), konflik intergrup (konflik antargrup, misal antarunit fungsional), dan konflik interorganisasi (konflik yang terjadi antara organisasi satu dengan lainnya). Hal-hal yang menyebabkan konflik bisa bermacam-macam, misalnya perbedaan tujuan dan orientasi jangka waktu (orang-orang bagian pemasaran umumnya berorientasi jangka panjang, sementara bagian operasi berorientasi jangka pendek), pembagian kewenangan, dan menyangkut pengalokasian sumber daya yang langka.

Banyak strategi yang bisa digunakan untuk mengatasi konflik. Beberapa yang tidak efektif yaitu akomodasi (accommodation) dimana salah satu pihak mengalah pada kepentingan pihak yang lain, penghindaran (avoidance) dimana kedua pihak mengacuhkan sumber konflik, dan kompetisi (competition) dimana kedua pihak bersaing untuk mengalahkan kepentingan pihak yang lain. Ketiga cara ini tidak efektif sebab tidak akan menghasilkan solusi untuk menyelesaikan konflik.

Cara yang efektif untuk menyelesaikan konflik dapat ditempuh melalui kompromi dan kolaborasi. Dalam kompromi, masing-masing pihak terlibat dalam proses give-and-take hingga solusi dapat tercapai. Dalam kolaborasi, pihak yang berkonflik berusaha menyelesaikan perbedaan mereka dan mencapai solusi yang terbaik untuk semua

Komentar Artikel Suwardjono II

Posting ini merupakan komentar mengenai artikel "What Does Cost Really Mean?" yang ditulis oleh dosen saya, Dr. Suwardjono, M.Sc. Saya sarankan untuk mengunduh artikel aslinya di sini

Selama ini, memang banyak kerancuan mengenai padanan kata cost yang tepat dalam bahasa Indonesia. Di pelajaran yang didapatkan di tingkat SMA, cost diterjemahkan menjadi ‘biaya’. Contoh yang jelas bisa dilihat dari kata ‘Cost Accounting’ yang kemudian diterjemahkan menjadi ‘Akuntansi Biaya’.

Saya sendiri, karena baru mendapatkan pelajaran akuntansi semester 1 kemarin (saya berasal dari jurusan ilmu alam), masih tetap berpikir bahwa cost dalam bahasa Indonesia adalah ‘biaya’. Bila ditanya apa definisi cost, saya akan menjawab bahwa cost adalah ‘pengorbanan yang dilakukan perusahaan untuk memperoleh ‘sesuatu’’. ‘Sesuatu’ di sini bisa berupa aset, bisa pula berupa pendapatan. Bisa dilihat betapa rancunya pengertian saya mengenai cost. Terlebih lagi, pengertian tersebut sebenarnya lebih tepat sebagai pengertian dari expense, yang merupakan kata bahasa Inggris untuk ‘biaya’ (bukan cost). Pengertian saya mengenai expense dan cost selama ini tercampur baur. Yang saya tahu, cost pasti berupa pengorbanan, padahal belum tentu begitu.

Pengertian yang jelas mengenai cost dan expense, baru saya dapatkan sejak mengikuti kelas ini. Cost merupakan unit pengukur atau bahan olah akuntansi, sementara biaya merupakan pengorbanan sumber ekonomik untuk memperoleh pendapatan. Biaya merupakan wadah atau elemen, yang diukur dengan cost. Itulah definisi sebenarnya dari cost dan expense. Karena itu, memang sangat keliru apabila expense kemudian diterjemahkan menjadi ‘beban’ dalam bahasa Indonesia, karena istilah ‘biaya’ telah terpakai untuk menerjemahkan cost. Kata expense-lah yang seharusnya diterjemahkan menjadi ‘biaya’ sementara cost sebenarnya tidak memiliki padan kata dalam bahasa Indonesia. Karena itu, kata cost seharusnya memang tetap ditulis sebagai cost atau diserap ke dalam bahasa Indonesia sebagai kos.

Bagi saya, artikel ini amat berguna karena membantu memahami apa sebenarnya arti cost dan membedakannya dari ‘biaya’. Tidak berlebihan bila saya mengucapkan terima kasih kepada Bapak karena telah menulis artikel ini untuk menjelaskan kesalahpahaman yang telah menjadi sangat umum. Banyak teman-teman saya yang masih salah paham mengenai arti cost dan saya pikir ada baiknya mereka juga membaca artikel ini untuk mendapatkan pemahaman yang benar mengenai cost dan expense.

Komentar Artikel Suwardjono I

Posting berikut merupakan komentar mengenai artikel yang berjudul "Aspek Kebahasaan Indonesia dalam Karya Tulis Akademik/Ilmiah/Kesarjanaan" yang ditulis oleh dosen saya, Dr. Suwardjono, M.Sc. Untuk mengunduh artikel aslinya (saya sarankan) silakan klik di sini


Karya tulis akademik/ilmiah/kesarjanaan merupakan karya tulis yang nantinya akan dipelajari, dan menjadi sumber ilmu serta acuan bagi banyak orang. Mengingat karya-karya tulis ini di kemudian hari akan berperan sedemikian penting bagi banyak orang, saya setuju dengan pendapat penulis bahwa aspek kebahasaan dalam karya tulis akademik/ilmiah memang merupakan sesuatu yang vital. Celakalah apabila bahasa yang digunakan dalam karya-karya tulis ilmiah/akademik ternyata merupakan bahasa yang tidak bersifat keilmuan: misalnya bahasa umum atau malah bahasa jurnalistik yang bisa menyebabkan perbedaan konsep dan interpretasi. Para akademisi atau sarjana yang membaca karya-karya tersebut bisa-bisa salah kaprah dalam menyerap dan mengartikan ilmu yang mereka pelajari dengan cara membaca karya-karya tersebut, lantaran kelalaian dari segi bahasa.

Bahasa seharusnya memang selalu berkembang dan dinamis. Saya kebetulan mempelajari bahasa Jepang. Guru saya memberitahu saya bahwa kamus bahasa Jepang semakin tahun semakin bertambah tebal. Untuk mendukung dunia pendidikan Jepang, agar sebanyak mungkin ilmu dapat diserap oleh masyarakatnya, Pemerintah Jepang selalu berperan aktif dalam menyerap istilah-istilah akademis dari bahasa asing (biasanya Inggris) dan terkadang mereka bahkan menciptakan huruf kanji baru untuk mendukung penyerapan istilah asing tersebut. Penciptaan huruf kanji dan istilah-istilah baru tersebut kemudian diumumkan kepada masyarakat, dan para civitas akademika Jepang juga dengan kemauan sendiri menerima dan menggunakan istilah-istilah yang diciptakan pemerintah tersebut. Mereka menyadari sepenuhnya bahwa untuk bisa menulis karya-karya tulis ilmiah, maupun untuk memahami karya-karya tersebut, level bahasa mereka harus ditingkatkan. Dan hal inilah, yang saya lihat, memang sangat kurang di Indonesia.

Civitas akademika di sini tidak memiliki kesadaran maupun kemauan yang kuat untuk memperkaya kosakata. Padahal, mereka adalah orang terpelajar. Kosakata saya sendiri sebenarnya juga masih terbatas dan saya tidak bisa membanggakan hal tersebut, namun saya memiliki keinginan kuat untuk memperkaya kosakata saya, sebab itulah yang akan membantu saya dalam mempelajari banyak ilmu, dan juga akan membedakan saya dengan orang-orang awam yang mungkin tidak menempuh pendidikan sampai ke perguruan tinggi.

CORPORATE SOCIAL RESPONSIBILITY

Tiap perusahaan menganut etika sosial, individual, organisasional, dan okupasional yang berbeda. Empat hal ini adalah pembentuk etika bisnis perusahaan. Apabila dasarnya berbeda, tentu saja etika bisnis mereka pun otomatis berbeda. Perbedaan etika bisnis perusahaan pada akhirnya memengaruhi pandangan dan posisi mereka terhadap tanggung jawab sosial perusahaan kepada para pemegang pancang (stakeholders).

Ada empat pendekatan yang dapat dianut perusahaan berkenaan dengan tanggung jawab sosial mereka. Pendekatan sebuah perusahaan terhadap tanggung jawab sosial mereka dapat dilihat dari sejauh mana perusahaan memerhatikan kewajiban mereka terhadap para pemegang pancang dan membuat keputusan yang akan melindungi dan meningkatkan kesejahteraan para pemegang pancang dan juga masyarakat pada umumnya. Misalnya, cara perusahaan bersikap saat mereka mengetahui mereka telah menjual produk yang rusak atau bahkan berbahaya (defect) pada konsumen. Ada perusahaan yang mengakui kesalahan mereka dan menarik produk tersebut, namun ada pula yang berusaha menyembunyikan atau menghindar dari tuduhan (denial).

Perusahaan yang berusaha menyembunyikan atau menolak fakta bahwa mereka telah menjual produk yang rusak biasanya memiliki sedikit kesadaran soal tanggung jawab sosial, dan menganut Pendekatan Obstruksionis. Itu berarti perusahaan tidak berusaha untuk bertanggung jawab sosial, dan akan melakukan berbagai tindakan tidak etis untuk mencegah masyarakat tahu. Pendekatan Defensif merupakan pendekatan dimana perusahaan mematuhi hukum, namun tidak lebih dari itu. Sering para manajer memanfaatkan lubang-lubang yang ada dalam hukum untuk berbuat tidak etis demi keuntungan sendiri.

Perusahaan yang memiliki kesadaran tinggi akan tanggung jawab sosial biasanya menganut Pendekatan Akomodatif atau Proaktif. Dalam Pendekatan Akomodatif, perusahaan bersikap etis dan berusaha menyeimbangkan berbagai kebutuhan antara para pemegang pancang, bila dibutuhkan. Sedangkan dalam Pendekatan Proaktif, perusahaan berusaha mencari tahu kebutuhan para pemegang pancang, dan secara aktif menggunakan berbagai sumber daya yang tersedia untuk bertanggung jawab sosial.

Tuesday, 16 June 2009

Tertawalah

Tiba2 aja aku bisa mengubah cara pandangku... dan ternyata...

Semuanya begitu berbeda dilihat dari sini

Ternyata sama sekali ga ada alasan buatku untuk sedih... down... kuatir... dan mikir macem2 kayak selama ini. Buat apa? Nyatanya ga ada apa2! Ternyata selama ini aku sedih buat sesuatu yang ga perlu!

Ahahahaa...

Just wanna laugh alot at my stupidity now...! XD

And promise not to repeat this anymore!


PS : Hey.. I know I'm stupid... and it took so long for me to understand. Being away from you has opened my eyes wide. I can see now. I understand the way u think now. I promise not to do this anymore. Will you forgive me?

Monday, 8 June 2009

BANGKIT!

BANGKIT!!
Bangkit dari keputusasaan
Bangkitlah dari kesedihan
Sudah cukup lama kau terdiam!

BANGKIT!!
Temukan kekuatan
Untuk bangkit dan berjalan
Bukan dari orang lain
Tapi dari diri sendiri!!

BANGKIT!!
Kau masih punya sepasang kaki yang kuat!
Masih punya badan yang sehat!
Kau masih bernafas dan masih hidup!

BANGKIT!
Segala yang kausayangi sudah hilang
Harapanmu telah kandas!
Yang kaunanti tak kunjung tiba!
Janganlah terus terdiam!

BANGKIT!!
Belum terlambat untuk sebuah perubahan!!
Hanya kamu yang bisa!
Temukan kekuatan itu
DAN BANGKITLAH!!

BANGKIT! BANGKIT! BANGKIT!
Buang segala dari masa lalumu!
Bangkit dan berjalanlah!
Harapan ada di depan
Jangan lagi menoleh ke belakang!

BANGKIT!!

Monday, 1 June 2009

American Corner di Perpust Belakang GSP

Belakangan ini aku sering buanget ke American Corner alias Amcor. Uda jadi tempat nongkrong favorit, sehari bisa sampe dua kali aku ke sana. Padahal sebelumnya aku ga tau yg namanya Amcor itu apa. Dan kayaknya temen2ku juga banyak yang belum tau. Jadi aku mau promosi nih... ehehe...

Q&A


Q : Apa itu Amcor...?
A : Amcor alias American Corner adl suatu area buat mereka2 yang pengen tau lebih banyak soal Negeri Uncle Sam.

Q : Dimana tuh letaknya Amcor?
A :Letaknya di dalem perpust yang ada di belakang (utaranya) GSP. Sebelah barat Fisipol. Sekitar 5 menit jalan kaki dari FEB.

Q : Emang ada apa aja di situ?
A : Namanya aja American Corner... dan letaknya di dalem perpust... Jelas di dalem situ penuh dengan buku2 tentang Amrik dong! Semacem 'A Dictionary of American History' dan kawan-kawannya gitu deh... Ada juga majalah2 kayak 'People', 'Rolling Stones', atau 'National Geographic' tapi yang asli versi Amrik, bukan yg udah diindonesiain.

Q : Apa yang asik di situ?
A : Tempatnya pewe banget... enak... nyaman buat WiFi an, garap tugas, nongkrong pas ga ada kerjaan, ato sekedar ngadem nunggu kul berikutnya... sambil baca2 buku n majalah! ^^

Q : Kok bisa tau tempat ini dari mana?
A : Aku pertama kali denger kata 'American Corner' dari Nana (yg kul di Fisipol). Dia bilang itu tempat fave buat ngadem sambil nunggu kul. Waktu itu belum kepikiran Amcor tu kayak apa. Baru akhir2 ini setelah Kendo kerjaannya nongkrongin Amcor seharian (ngenet gratis), akhirnya aku nyadar deh. "Ooh... ini toh yang namanya Amcor...?"

Q : Emang ngapain aja di situ?
A : Ngenet gratis ato baca2 majalah. Mau tidur juga bisa deh kayaknya! LOL... Kalo Q sih sekedar nemenin Kendo yang HARUSNYA nggarap skripsi tapi dy malah buka FB, donlod mp3 n film2, dan ngegame... dudul... XD. Sementara dya asik dengan FB ato Traviannya, aku biasanya baca2 majalah ato buku. Lumayan... nambah pengetahuan n update info baru. LOL

Begitulah... Ada yang tertarik?? Tempat bagus buat mbathang2, daripada luntang-lantung ga karuan di kampus... hhe... Barusan aku cerita2 soal Amcor ke Bimo Sujatmoko yang sering berkeliaran ga jelas di kampus, bingung mau ngapain. Dan sepertinya dia tertarik menjajal Amcor, huehehe...

Btw I'm supposed to listen to this lecture about html codes.... I don't understand a single thing, despite the fact that I'm actually using html right in front of my eyes now...! LOL...

Cya next time! XD