Post ini sebenernya sesuatu yang sudah lama saya pikirkan, yg triggered gara-gara heboh pernikahan anak Sultan tempo hari, GKR Bendara dengan KPH Yudanegara.
Ceritanya waktu itu saya dan ibu saya sedang menonton TV yang menyiarkan acara pernikahan itu. Tentunya pembaca sudah tahu kalau suami anak sultan itu bukan keturunan ningrat dan bukan juga orang Jawa. Lantas, ibu saya berkata 'Wah, baik banget ya Sultan, anaknya boleh nikah sama orang yang bukan keturunan Jawa!'
Ucapan ibu saya itu spontan mengingatkan saya pada kejadian beberapa bulan silam. Waktu itu saya sedang nonton acara Hitam Putih di Trans 7. Bintang tamu acara itu (saya gak tau siapa, maklum saya jarang banget nonton TV sampai-sampai saya paling cuma tahu <1% muka artis Indonesia) waktu itu ditanya oleh presenternya (Deddy Corbuzier bukan sih? Dan ya, segini menyedihkannya saya sampai-sampai engga tau mukanya Deddy Corbuzier, meski namanya sering saya dengar). Pertanyaannya kira2 begini, 'Apa karakteristikmu dalam memilih suami yang ideal?'
Kemudian si artis menjawab, baik perhatian dan blablabla macam2 karakteristik cowok ideal, tapi kemudian diakhiri dengan perkataan 'dan calon suami saya harus Batak'. Alasannya, karena 'itu keinginan orangtua'.
Ucapan sang artis itu menyentil suatu bagian terdalam dari hati saya. Diam-diam saya berpikir, "Apa iya ras bisa dijadikan kriteria dalam memilih jodoh?" Sejujurnya saya gak pernah memikirkan hal ini secara serius. Orangtua saya gak pernah secara spesifik meminta saya harus bersuami orang Jawa tapi secara implisit terlihat kalo mereka lebih senang kalo saya memilih orang Jawa sebagai pacar (or suami, eventually). Well, bukannya saya pernah punya pacar yang bukan orang Jawa, thanks to my antisociality sampe2 orang-orang yang saya kenal cuma itu-itu saja, tapi tetep saja saya tahu kalo orangtua saya akan lebih prefer saya memilih pasangan hidup yang orang Jawa.
Nah, seperti yang saya bilang, saya dulu gak pernah berpikir soal ini secara serius, karena saya pikir hal ini sudah taken for granted alias wajar. Bagian mana dari 'nurutin keinginan orangtua' yang enggak wajar? Sebagai anak berbakti, sudah tentu itu kewajiban kita. Nah, kemampuan saya berpikir kritis soal hal ini baru tertantang ketika kemudian seorang teman saya ada yang mengatakan "Masa jodoh harus ditentukan berdasarkan ras?". Entah gimana detilnya sampai kami bisa mendiskusikan itu tapi yang jelas pertanyaan dia itu saya ingat betul dan sejak itulah saya mulai terpikir, sebenarnya orang Indonesia itu rasis tanpa disadari.
(Oke, mulai bagian ini mungkin pos saya akan sedikit eksplisit dan berbau sedikit 'rasis' meski maksud saya bukan untuk rasis. Kalau tidak mau membaca, harap jangan diteruskan. You have been warned!)
Seberapa sering kita mendengar obrolan-obrolan berbau stereotype semacam 'Jangan nikah sama orang Cina soalnya mereka suka pelit', 'Jangan nikah sama orang orang Maluku, mereka suka kasar sama istrinya', atau 'kalo mau nikah sama orang Jawa aja, orang Jawa itu paling baik' (ya jelaslah paling baik, kalo dipandang dari sudut pandang orang Jawa juga tentunya).
Menilai orang berdasarkan ras atau golongan tanpa lebih dulu mengenal orangnya inilah yang dinamakan stereotype thinking, dan prejudice semacam ini menurut saya bener-bener gak berguna dan banyak salahnya. Coba pikir: Orang Cina pasti pelit, orang Maluku kasar, orang Sunda enggak bisa dipercaya, orang Jawa paling baik (maaf soalnya post ini ditulis orang Jawa, jadi seringnya dengar hal yang baik-baik soal orang Jawa, padahal gak mesti juga). Nah, pertanyaannya: emang tau darimana sampe2 bisa menyimpulkan begitu padahal pernah ketemu atau bergaul sama orang-orang itu aja belum tentu kalian pernah?
Stereotype merupakan sesuatu yang mencegah kita untuk benar-benar mengenal dan menerima seseorang apa adanya. Coba pikir, Indonesia ini punya banyak sekali suku yang tersebar luas dari Sabang sampai Merauke. Ada orang Batak, Dayak, Sunda, Padang, Jawa, Cina, dan sebagainya. Rugi benar kalo sampe kita mencegah diri kita kenal sama orang yang berlainan suku cuma gara-gara rumor yang menyebutkan 'awas jangan mau sama dia soalnya dia orang xxx! Ntar kamu pasti rugi deh soalnya dia pasti begini begini begitu'. Screw that, man! First, you should know him or her before ever making such a judgment and second, judge that person on the very essence of him as a person, not based on his or her race! Race has no effect on the very quality of a person whatsoever!
Coba pikir, emang apa sih efeknya ras ke kualitas kita sebagai manusia? Apakah orang Jawa punya hati yang lebih baik dibandingkan orang Sunda? Apakah orang Minang tidak bisa dipercaya karena dia bukan orang Jawa? Kalo kita memandang suatu ras lebih baik daripada yang lainnya, itu adalah karena kesombongan kita sendiri, keegoisan kita memandang ras kita paling baik, mungkin karena memang kita tumbuh dan berkembang dalam budaya yang didominasi ras tersebut sehingga pikiran kita otomatis jadi sama seperti mereka. Dan, inilah yang menyebabkan budaya pemikiran kita yang semakin sempit, yang cuma mau menerima orang dari ras tertentu sebagai pasangan hidup kita, bahkan tanpa mencoba mengenal lebih baik orang yang berlainan ras atau suku dengan kita.
Karena itulah saya senang ketika Sultan membolehkan anaknya menikah dengan orang yang bukan orang Jawa dan Deddy Corbuzier mencecar si bintang tamu yang menjawab 'suami saya harus Batak' tadi itu. Deddy bertanya 'Memang apa pengaruhnya kalo suami kamu Batak? Apa seseorang akan lebih baik untuk kamu simply karena dia orang Batak?' dan si artis ga bisa menjawab kecuali berkali-kali menekankan kalo itu keinginan orangtua. Well, see? You really can't judge a person based on his or her race dan saya senang ternyata ada beberapa orang juga yang sudah sadar akan hal itu. Stereotype is bad, man! You will lose the chance of actually knowing a great person simply because you have made prejudices before really knowing that person as a person.
Showing posts with label deep thoughts. Show all posts
Showing posts with label deep thoughts. Show all posts
Sunday, 30 October 2011
Thursday, 6 January 2011
Terrible Mistake
How deep I've hurt you...
Forgive me, though I know I can never be forgiven....
How heavy is the burden of forgiveness....
How deep is the burden of my sin...
Forgive me...
Forgive me, though I know I can never be forgiven....
How heavy is the burden of forgiveness....
How deep is the burden of my sin...
Forgive me...
Wednesday, 22 December 2010
Long Distance Relationship : Yes I Will Survive!
I'm not gonna lie about this: it's hard.
Especially when you are thousands of kilometers apart from your beloved one. He's all the way in Indonesia... and I'm in America.
Your days and nights are not the same anymore, you started doing new things separately, your worlds are changing and they slowly become different. It's becoming harder and harder to see each other, your feelings are not connected and you feel as though you don't understand each other anymore.... And that's when your love's gonna be tested.
Well, I guess need to provide a little detail about why I'm in a long distance relationship.
On August 2010 I left home for Global Undergraduate Exchange Program. I'm gonna spend about ten months in the USA, and come home on May 2011.
Deep inside, as happy as I am for getting this scholarship, I could never forgive myself for leaving him alone, at the time when he needs me the most. This year he finally graduated from college, and started looking for work, and I really hate myself for not being able to see with my own eyes the moment he started taking his first step to the outer world. I hate myself for not being able to be there with him in such a crucial moment, when he began stepping toward his future. I hate myself.
I tried to be a really good girlfriend even though I'm faraway but I know that's not enough. I want to be there with him. What am I doing here? Why am I alone? Why am I leaving him? Sometimes the feeling of loneliness is just so overwhelming that I want to cry. But I tried to suck them all up and convince myself. Yes, it's only for a year! I will survive until May!
And then came that call. He got a job in Kalimantan (it's somewhere really far away from my hometown). I was really happy that he got a job.... but also terrified. He's moving away.. Who knows if I will be able to see him again in the future? Kalimantan is really far, it's costly to go back home. And he might never get a holiday long enough so that he can visit home. Suddenly everything just feels so... empty. Lonely. I used to be so eager waiting to come home because I know I'll see him again if I come home. But now? Even though I come back to my hometown, it will not be the same anymore... not without him there. When will I ever see him again? God knows.
A little advice for those who are also in LDR:
1.) Long distance relationship relies on two things : trust and commitment. As long as you believe in your partner and keep your commitment, you'll be fine.
It is so much easier said than done. Distance is a terrible thing. Sometimes you feel as though your hearts are not connected anymore. You feel as though you don't understand each other. You began to fight, and you are scared seeing how your friends who are also in LDR began to break up one by one, and you wonder if that will happen to you as well.
2.)Don't worry too much about it. Life goes on. For me, I strongly believe that he is my one and only and I will keep trusting him, because I know that I can never feel this way again for anybody else. As lonely as I am right now, I have no intentions of breaking up. But if you feel that LDR is not working for you, don't force yourself. Break up and get it over with.
3.) Always remember that it is NOT going to be easy. Don't expect anything close to the relationship you were in back home because it is going to be entirely different. It is not going to be as romantic or intimate. There will come days when you feel lonely, but take it easy. Go out and hang around with your friends if you feel lonely, but remember to ALWAYS keep your trust and commitment. Your partner is not going anywhere and so is you.
4.) Seek moral support. If you look around, it's highly possible that you will find friends in the same situation as you (LDR) and trust me, that makes you feel a LOT better!
Lastly, say it to yourself : Long distance relationship? YES, I WILL SURVIVE!!!
Especially when you are thousands of kilometers apart from your beloved one. He's all the way in Indonesia... and I'm in America.
Your days and nights are not the same anymore, you started doing new things separately, your worlds are changing and they slowly become different. It's becoming harder and harder to see each other, your feelings are not connected and you feel as though you don't understand each other anymore.... And that's when your love's gonna be tested.
Well, I guess need to provide a little detail about why I'm in a long distance relationship.
On August 2010 I left home for Global Undergraduate Exchange Program. I'm gonna spend about ten months in the USA, and come home on May 2011.
Deep inside, as happy as I am for getting this scholarship, I could never forgive myself for leaving him alone, at the time when he needs me the most. This year he finally graduated from college, and started looking for work, and I really hate myself for not being able to see with my own eyes the moment he started taking his first step to the outer world. I hate myself for not being able to be there with him in such a crucial moment, when he began stepping toward his future. I hate myself.
I tried to be a really good girlfriend even though I'm faraway but I know that's not enough. I want to be there with him. What am I doing here? Why am I alone? Why am I leaving him? Sometimes the feeling of loneliness is just so overwhelming that I want to cry. But I tried to suck them all up and convince myself. Yes, it's only for a year! I will survive until May!
And then came that call. He got a job in Kalimantan (it's somewhere really far away from my hometown). I was really happy that he got a job.... but also terrified. He's moving away.. Who knows if I will be able to see him again in the future? Kalimantan is really far, it's costly to go back home. And he might never get a holiday long enough so that he can visit home. Suddenly everything just feels so... empty. Lonely. I used to be so eager waiting to come home because I know I'll see him again if I come home. But now? Even though I come back to my hometown, it will not be the same anymore... not without him there. When will I ever see him again? God knows.
A little advice for those who are also in LDR:
1.) Long distance relationship relies on two things : trust and commitment. As long as you believe in your partner and keep your commitment, you'll be fine.
It is so much easier said than done. Distance is a terrible thing. Sometimes you feel as though your hearts are not connected anymore. You feel as though you don't understand each other. You began to fight, and you are scared seeing how your friends who are also in LDR began to break up one by one, and you wonder if that will happen to you as well.
2.)Don't worry too much about it. Life goes on. For me, I strongly believe that he is my one and only and I will keep trusting him, because I know that I can never feel this way again for anybody else. As lonely as I am right now, I have no intentions of breaking up. But if you feel that LDR is not working for you, don't force yourself. Break up and get it over with.
3.) Always remember that it is NOT going to be easy. Don't expect anything close to the relationship you were in back home because it is going to be entirely different. It is not going to be as romantic or intimate. There will come days when you feel lonely, but take it easy. Go out and hang around with your friends if you feel lonely, but remember to ALWAYS keep your trust and commitment. Your partner is not going anywhere and so is you.
4.) Seek moral support. If you look around, it's highly possible that you will find friends in the same situation as you (LDR) and trust me, that makes you feel a LOT better!
Lastly, say it to yourself : Long distance relationship? YES, I WILL SURVIVE!!!
Saturday, 26 December 2009
Turning My World Upside-Down
Tadi pagi aku denger berita dari Kendo.... yang bener2 membuatku shock - nyaris nggak bisa aku percaya. Aku nyaris nggak mau percaya.
Seseorang yang deket denganku, keluarga yang aku sayangi, sedang dalam masalah besar.
Masalah besar.
Hidup adalah pilihan. Apa yang akan kita lakukan, dan nggak kita lakukan. Dan dia telah memilih. Sekarang dia harus menanggung semua risikonya....
Aku merinding membayangkan segala konsekuensi yang harus dia tanggung.
Hanya orang-orang tertentu yang bisa membantunya sekarang... Dan tentu saja, hanya Allah yang bisa.
Semoga dia selalu dalam lindungan-Nya... Amin...
PS: Cepet balik.... We miss you.
Seseorang yang deket denganku, keluarga yang aku sayangi, sedang dalam masalah besar.
Masalah besar.
Hidup adalah pilihan. Apa yang akan kita lakukan, dan nggak kita lakukan. Dan dia telah memilih. Sekarang dia harus menanggung semua risikonya....
Aku merinding membayangkan segala konsekuensi yang harus dia tanggung.
Hanya orang-orang tertentu yang bisa membantunya sekarang... Dan tentu saja, hanya Allah yang bisa.
Semoga dia selalu dalam lindungan-Nya... Amin...
PS: Cepet balik.... We miss you.
Tuesday, 16 June 2009
Tertawalah
Tiba2 aja aku bisa mengubah cara pandangku... dan ternyata...
Semuanya begitu berbeda dilihat dari sini
Ternyata sama sekali ga ada alasan buatku untuk sedih... down... kuatir... dan mikir macem2 kayak selama ini. Buat apa? Nyatanya ga ada apa2! Ternyata selama ini aku sedih buat sesuatu yang ga perlu!
Ahahahaa...
Just wanna laugh alot at my stupidity now...! XD
And promise not to repeat this anymore!
PS : Hey.. I know I'm stupid... and it took so long for me to understand. Being away from you has opened my eyes wide. I can see now. I understand the way u think now. I promise not to do this anymore. Will you forgive me?
Semuanya begitu berbeda dilihat dari sini
Ternyata sama sekali ga ada alasan buatku untuk sedih... down... kuatir... dan mikir macem2 kayak selama ini. Buat apa? Nyatanya ga ada apa2! Ternyata selama ini aku sedih buat sesuatu yang ga perlu!
Ahahahaa...
Just wanna laugh alot at my stupidity now...! XD
And promise not to repeat this anymore!
PS : Hey.. I know I'm stupid... and it took so long for me to understand. Being away from you has opened my eyes wide. I can see now. I understand the way u think now. I promise not to do this anymore. Will you forgive me?
Monday, 8 June 2009
BANGKIT!
BANGKIT!!
Bangkit dari keputusasaan
Bangkitlah dari kesedihan
Sudah cukup lama kau terdiam!
BANGKIT!!
Temukan kekuatan
Untuk bangkit dan berjalan
Bukan dari orang lain
Tapi dari diri sendiri!!
BANGKIT!!
Kau masih punya sepasang kaki yang kuat!
Masih punya badan yang sehat!
Kau masih bernafas dan masih hidup!
BANGKIT!
Segala yang kausayangi sudah hilang
Harapanmu telah kandas!
Yang kaunanti tak kunjung tiba!
Janganlah terus terdiam!
BANGKIT!!
Belum terlambat untuk sebuah perubahan!!
Hanya kamu yang bisa!
Temukan kekuatan itu
DAN BANGKITLAH!!
BANGKIT! BANGKIT! BANGKIT!
Buang segala dari masa lalumu!
Bangkit dan berjalanlah!
Harapan ada di depan
Jangan lagi menoleh ke belakang!
BANGKIT!!
Bangkit dari keputusasaan
Bangkitlah dari kesedihan
Sudah cukup lama kau terdiam!
BANGKIT!!
Temukan kekuatan
Untuk bangkit dan berjalan
Bukan dari orang lain
Tapi dari diri sendiri!!
BANGKIT!!
Kau masih punya sepasang kaki yang kuat!
Masih punya badan yang sehat!
Kau masih bernafas dan masih hidup!
BANGKIT!
Segala yang kausayangi sudah hilang
Harapanmu telah kandas!
Yang kaunanti tak kunjung tiba!
Janganlah terus terdiam!
BANGKIT!!
Belum terlambat untuk sebuah perubahan!!
Hanya kamu yang bisa!
Temukan kekuatan itu
DAN BANGKITLAH!!
BANGKIT! BANGKIT! BANGKIT!
Buang segala dari masa lalumu!
Bangkit dan berjalanlah!
Harapan ada di depan
Jangan lagi menoleh ke belakang!
BANGKIT!!
Wednesday, 29 April 2009
TOLONG
TOLONG
Jangan sakiti dia lagi...
Jangan bebani dia lagi...
Jangan beri dia lebih daripada yang bisa ditanggungnya...
TOLONG
Beri dia waktu sejenak untuk berhenti
Lepas dari semua beban yang menghimpit
Beri dia waktu untuk beristirahat
Saat dia bisa pejamkan mata dan lupakan semuanya
Beri dia sedikit waktu untuk egois
Saat dia hanya memikirkan diri sendiri dan bukan orang lain
TOLONG
Bantu aku agar aku tidak merepotkannya
Agar aku bisa membantunya
Menjadi kekuatannya
Agar aku bisa sembuhkan lukanya
Agar aku bisa menariknya bangkit dari kesedihan
TOLONG
Kembalikan dia seperti yang dulu...
Bantu dia, Tuhan... Tolong dia... Tolong dia temukan jalan untuk bisa bangkit kembali.
Jangan sakiti dia lagi...
Jangan bebani dia lagi...
Jangan beri dia lebih daripada yang bisa ditanggungnya...
TOLONG
Beri dia waktu sejenak untuk berhenti
Lepas dari semua beban yang menghimpit
Beri dia waktu untuk beristirahat
Saat dia bisa pejamkan mata dan lupakan semuanya
Beri dia sedikit waktu untuk egois
Saat dia hanya memikirkan diri sendiri dan bukan orang lain
TOLONG
Bantu aku agar aku tidak merepotkannya
Agar aku bisa membantunya
Menjadi kekuatannya
Agar aku bisa sembuhkan lukanya
Agar aku bisa menariknya bangkit dari kesedihan
TOLONG
Kembalikan dia seperti yang dulu...
Bantu dia, Tuhan... Tolong dia... Tolong dia temukan jalan untuk bisa bangkit kembali.
Tuesday, 28 April 2009
A Letter for You
I've been watching you from far for so long...
Been thinking that it's impossible for me for so many times...
Those feelings have bloomed, you finally feel the same way about me...
I'm happy as I can be, but now...
Everything is lost... so suddenly, and so fast...
It's no one's fault and it's not your fault.
Instead, I'd be forever thankful... for giving me the most beautiful, most memorable days of my life...
Just like a dream to me, that somehow came true...
I'll treasure them forever in this heart, along with my memories of you.
I'll be strong. I promise I will.
You don't have to worry about me, I'm fine...
I just hoped that somewhere in your heart, when what's keeping you far from me is over....
You can still feel the desire to return.
You know I'll always be here, waiting for you...
God, please ease his pain...
I used to be able to soothe and ease him, but now, it's way beyond my abilities...
I can only watch him, I can do nothing now, even if I'm by his side
Help him, God...
Find him a way so he can return to his usual self...
Please grant me my prayers. Amen...
Been thinking that it's impossible for me for so many times...
Those feelings have bloomed, you finally feel the same way about me...
I'm happy as I can be, but now...
Everything is lost... so suddenly, and so fast...
It's no one's fault and it's not your fault.
Instead, I'd be forever thankful... for giving me the most beautiful, most memorable days of my life...
Just like a dream to me, that somehow came true...
I'll treasure them forever in this heart, along with my memories of you.
I'll be strong. I promise I will.
You don't have to worry about me, I'm fine...
I just hoped that somewhere in your heart, when what's keeping you far from me is over....
You can still feel the desire to return.
You know I'll always be here, waiting for you...
God, please ease his pain...
I used to be able to soothe and ease him, but now, it's way beyond my abilities...
I can only watch him, I can do nothing now, even if I'm by his side
Help him, God...
Find him a way so he can return to his usual self...
Please grant me my prayers. Amen...
Thursday, 26 February 2009
Buat si Bodoh yang Gak Balik2...
Hei, bodoh...
Terakhir kali ketemu, kita ada di pinggir Jakal, nungguin kembalian dari tukang tambal ban. Aku inget waktu itu kamu gelisah setengah mati. Kamu bilang banyak tugas menumpuk, n time is money. Waktu itu aja, udah kerasa kalo ada yang enggak beres sama kamu.
Sejak saat itu, udah hampir sebulan. Aku nggak pernah lagi ketemu kamu, nggak pernah lihat wajahmu, nggak pernah lagi denger suaramu yang selalu teriak2 ngomelin ato nyemangatin aku. Kamu nggak pernah lagi dateng.
Banyak rumor beredar tentang kenapa kamu tau2 ngilang. Aku nggak tau yang mana yang bisa diprecaya. Kalo bisa aku nggak kepingin percaya satupun. Aku ingin denger yang sebenernya dari kamu. Tapi kamu nggak pernah mau cerita ke aku. Padahal kamu cerita ke orang lain. Kenapa? Aku sedih..
Mas yang bodoh...
Kamu pernah tanya apa aku marah karena kamu tau2 ngilang begini. Nggak, aku nggak marah. Aku tahu kamu lagi banyak masalah di luar sana, dan (mungkin) kamu lagi berjuang keras ngatasin semua itu. Mungkin juga kamu memang lagi butuh waktumu sendiri, untuk nata pikiran dan nata hati, sampai kamu siap kembali lagi. Aku nggak marah sama kamu. Aku cuma kecewa. Kupikir harusnya kamu bisa lebih konsekuen sama kata2mu sendiri...
Inget waktu temen kita ada yang ngilang, dan kamu nganggep dia ngelalaiin tugasnya?? Waktu itu, sikapmu bikin aku kagum. Kamu ngomongin banyak hal yang bikin aku bener2 percaya akan dedikasi dan kesetiaan kamu. Aku yakin kamu bakal tetep ada saat kita butuh kamu. Tapi sekarang... kamu ngelakuin hal yang nyaris persis sama. Waktu itu aku ngeliat begitu banyak kesetiaan, dedikasi, dan semangat di diri kamu. Kemana semua itu sekarang? Aku nggak marah, aku tahu kamu punya alasanmu. Alasan yang cukup kuat, mungkin. Tapi tetep. Aku kecewa...
Kadang, aku ngerasa jahat karena udah kecewa sama kamu. Aku ini belum tau apa2. Belum lama kenal kamu. Orang2 yang udah lama kenal kamu sepertinya maklum aja kamu tau2 menghilang kayak gini. Kayaknya mereka tau kamu punya alasanmu. Dan mereka gak seterganggu aku dengan ngilangnya kamu. Apa cuma aku yang ngerasa gini? Dan apa mungkin kekecewaanku ini bersumber dari keenggaktauanku soal kamu? Aku ngerasa bersalah dan jahat. Tapi... kamu tahu?
Ternyata orang yang kita berdua kagumi itu juga mikirin hal yang sama dengan aku. Dia juga bilang kamu harusnya bisa lebih konsekuen. Itu bikin aku sedikit lega. Mungkin aku nggak sejahat itu...
Mas yang bodoh, aku nggak marah sama kamu. Meski kamu ngilang, nggak ngasi kabar, nggak mau cerita, dan aku nggak tau kapan kamu akan balik... aku nggak bisa marah. Aku kangen kamu. Rindu setiap detik kehadiranmu. Dan aku tau, dalem hatimu kamu juga kangen tempat ini. Dan kamu akan kembali, pasti. Nggak peduli butuh waktu berapa lama untuk itu.
I'll be waiting for you here, in this beloved place. I know you'll come back. You are bounded to this place, a strong bond that will not be broken by such trivial things.
And when it's time for you to come back... I'll greet you with a smile and say...
"WELCOME BACK!"
Aku kangen si bodoh. Cepet balik mas, aku tunggu...
Terakhir kali ketemu, kita ada di pinggir Jakal, nungguin kembalian dari tukang tambal ban. Aku inget waktu itu kamu gelisah setengah mati. Kamu bilang banyak tugas menumpuk, n time is money. Waktu itu aja, udah kerasa kalo ada yang enggak beres sama kamu.
Sejak saat itu, udah hampir sebulan. Aku nggak pernah lagi ketemu kamu, nggak pernah lihat wajahmu, nggak pernah lagi denger suaramu yang selalu teriak2 ngomelin ato nyemangatin aku. Kamu nggak pernah lagi dateng.
Banyak rumor beredar tentang kenapa kamu tau2 ngilang. Aku nggak tau yang mana yang bisa diprecaya. Kalo bisa aku nggak kepingin percaya satupun. Aku ingin denger yang sebenernya dari kamu. Tapi kamu nggak pernah mau cerita ke aku. Padahal kamu cerita ke orang lain. Kenapa? Aku sedih..
Mas yang bodoh...
Kamu pernah tanya apa aku marah karena kamu tau2 ngilang begini. Nggak, aku nggak marah. Aku tahu kamu lagi banyak masalah di luar sana, dan (mungkin) kamu lagi berjuang keras ngatasin semua itu. Mungkin juga kamu memang lagi butuh waktumu sendiri, untuk nata pikiran dan nata hati, sampai kamu siap kembali lagi. Aku nggak marah sama kamu. Aku cuma kecewa. Kupikir harusnya kamu bisa lebih konsekuen sama kata2mu sendiri...
Inget waktu temen kita ada yang ngilang, dan kamu nganggep dia ngelalaiin tugasnya?? Waktu itu, sikapmu bikin aku kagum. Kamu ngomongin banyak hal yang bikin aku bener2 percaya akan dedikasi dan kesetiaan kamu. Aku yakin kamu bakal tetep ada saat kita butuh kamu. Tapi sekarang... kamu ngelakuin hal yang nyaris persis sama. Waktu itu aku ngeliat begitu banyak kesetiaan, dedikasi, dan semangat di diri kamu. Kemana semua itu sekarang? Aku nggak marah, aku tahu kamu punya alasanmu. Alasan yang cukup kuat, mungkin. Tapi tetep. Aku kecewa...
Kadang, aku ngerasa jahat karena udah kecewa sama kamu. Aku ini belum tau apa2. Belum lama kenal kamu. Orang2 yang udah lama kenal kamu sepertinya maklum aja kamu tau2 menghilang kayak gini. Kayaknya mereka tau kamu punya alasanmu. Dan mereka gak seterganggu aku dengan ngilangnya kamu. Apa cuma aku yang ngerasa gini? Dan apa mungkin kekecewaanku ini bersumber dari keenggaktauanku soal kamu? Aku ngerasa bersalah dan jahat. Tapi... kamu tahu?
Ternyata orang yang kita berdua kagumi itu juga mikirin hal yang sama dengan aku. Dia juga bilang kamu harusnya bisa lebih konsekuen. Itu bikin aku sedikit lega. Mungkin aku nggak sejahat itu...
Mas yang bodoh, aku nggak marah sama kamu. Meski kamu ngilang, nggak ngasi kabar, nggak mau cerita, dan aku nggak tau kapan kamu akan balik... aku nggak bisa marah. Aku kangen kamu. Rindu setiap detik kehadiranmu. Dan aku tau, dalem hatimu kamu juga kangen tempat ini. Dan kamu akan kembali, pasti. Nggak peduli butuh waktu berapa lama untuk itu.
I'll be waiting for you here, in this beloved place. I know you'll come back. You are bounded to this place, a strong bond that will not be broken by such trivial things.
And when it's time for you to come back... I'll greet you with a smile and say...
"WELCOME BACK!"
Aku kangen si bodoh. Cepet balik mas, aku tunggu...
Thursday, 29 January 2009
I Found A Remedy... At Last... :)
Selama ini sakit itu dateng, pergi, dateng lagi.
Kadang sakit banget... Perih, berdarah-darah, ga bisa diredain. And what's more, there isn't a chance for me to run from this pain. It's something INSIDE me, how could I ever escape from it?? So I just have to face it, no matter how matter how bitter it is for me.
Really tiring, really frustrating, and I've been struggling so much just to keep myself from being crushed. It's hard.
Kadang aku nemuin obat di antara temen2ku. Ketenangan yang bisa mbalut lukaku. Tapi itu cuma sementara. Waktu aku sendirian, sakit itu dateng lagi.
But now I can gladly say that...
THE PAIN IS NO MORE!!
I'm so glad I could cry my heart out!
I was thrown into the bottom of my sorrow, but now... I'm back. I'm back to my usual state. Like the 'me' from before any of this sh*t happened. Like NOTHING ever happened at all. ABSOLUTELY NOTHING.
How did I get back??
Sebenernya gampang aja. Kuncinya cuma satu kata. So important, yet so simple, sampe akhirnya kita sering lupa sendiri.
Yap. Pasrah.
Kemaren aku duduk, merenung, dan tahu2 kata itu merayap masuk ke hatiku. Kayaknya ada yg bisikin aku, "Tenanglah Nin. Pasrahin semuanya sama yang di atas. Dia pasti akan nolong kamu. Dia nggak akan bikin kamu sengsara lebih jauh lagi...."
Dan aku sadar. Bener juga. Kenapa selama ini aku bisa lupa? Aku nggak sendiri. Nggak pernah sendiri. Tuhan selalu menolong hamba-Nya yang sedang kesusahan.
Setelah itu, aku bener2 tenang. Sakit itu seolah nggak pernah ada. Mungkin bahkan sedikit mati rasa. Tiap kali luka itu mau kebuka lagi, aku selalu ingat. Tuhan selalu di sampingku.
And so... I managed to get back to my usual state... I came back, even stronger than before ( I think) XD
Well its true I really went through alot... maybe I've levelled-up?? XD
Ahaha...
Btw...
Today is a special day...
For Hyde my looovveee....!! XD XD
HAPPY BIRTHDAY HYDE!! \(^O^)/
~~~~~~~290169-290109~~~~~~
--A wine gets better with age, and so will you, I hope. I pray that your career will never go out. That your star can keep on shining in everyone' s heart. And that you can live long until you're 100, surrounded always by those people who love you. Luv, kisetsu--
Kadang sakit banget... Perih, berdarah-darah, ga bisa diredain. And what's more, there isn't a chance for me to run from this pain. It's something INSIDE me, how could I ever escape from it?? So I just have to face it, no matter how matter how bitter it is for me.
Really tiring, really frustrating, and I've been struggling so much just to keep myself from being crushed. It's hard.
Kadang aku nemuin obat di antara temen2ku. Ketenangan yang bisa mbalut lukaku. Tapi itu cuma sementara. Waktu aku sendirian, sakit itu dateng lagi.
But now I can gladly say that...
THE PAIN IS NO MORE!!
I'm so glad I could cry my heart out!
I was thrown into the bottom of my sorrow, but now... I'm back. I'm back to my usual state. Like the 'me' from before any of this sh*t happened. Like NOTHING ever happened at all. ABSOLUTELY NOTHING.
How did I get back??
Sebenernya gampang aja. Kuncinya cuma satu kata. So important, yet so simple, sampe akhirnya kita sering lupa sendiri.
Kata itu :
PASRAH
Yap. Pasrah.
Kemaren aku duduk, merenung, dan tahu2 kata itu merayap masuk ke hatiku. Kayaknya ada yg bisikin aku, "Tenanglah Nin. Pasrahin semuanya sama yang di atas. Dia pasti akan nolong kamu. Dia nggak akan bikin kamu sengsara lebih jauh lagi...."
Dan aku sadar. Bener juga. Kenapa selama ini aku bisa lupa? Aku nggak sendiri. Nggak pernah sendiri. Tuhan selalu menolong hamba-Nya yang sedang kesusahan.
Setelah itu, aku bener2 tenang. Sakit itu seolah nggak pernah ada. Mungkin bahkan sedikit mati rasa. Tiap kali luka itu mau kebuka lagi, aku selalu ingat. Tuhan selalu di sampingku.
And so... I managed to get back to my usual state... I came back, even stronger than before ( I think) XD
Well its true I really went through alot... maybe I've levelled-up?? XD
Ahaha...
Btw...
Today is a special day...
For Hyde my looovveee....!! XD XD
HAPPY BIRTHDAY HYDE!! \(^O^)/
~~~~~~~290169-290109~~~~~~
--A wine gets better with age, and so will you, I hope. I pray that your career will never go out. That your star can keep on shining in everyone' s heart. And that you can live long until you're 100, surrounded always by those people who love you. Luv, kisetsu--
Tuesday, 27 January 2009
God...
Oh, God...
Oh, God...
Oh, God...
Luka itu kebuka lagi.
Sakit. Sakit luar biasa. Rasanya kayak ada yg nancepin pedang panas berpijar. Tepat ke jantungku. Oke, sounds cheesy. But true. That's how it feels.
Aku kepingin nangis.
Yeah, mungkin aku bakal lega kalo nangis. Tapi aku nggak bisa. Aku biasanya baru bisa nangis kalo aku marah. Dan hey, dan aku ga bakalan nangis gara2 ini. Nope. Never!
Ya ampun
Tanganku gemetaran. Aku gak bisa nulis.
-This wound won't seem to heal. This pain is just too real. There's just too much that time cannot erase-
Oh, God...
Oh, God...
Luka itu kebuka lagi.
Sakit. Sakit luar biasa. Rasanya kayak ada yg nancepin pedang panas berpijar. Tepat ke jantungku. Oke, sounds cheesy. But true. That's how it feels.
Aku kepingin nangis.
Yeah, mungkin aku bakal lega kalo nangis. Tapi aku nggak bisa. Aku biasanya baru bisa nangis kalo aku marah. Dan hey, dan aku ga bakalan nangis gara2 ini. Nope. Never!
Ya ampun
Tanganku gemetaran. Aku gak bisa nulis.
-This wound won't seem to heal. This pain is just too real. There's just too much that time cannot erase-
Saturday, 17 January 2009
Anugerah Tuhan Buatku
Ada hal2 tertentu... Yang rasanya berat banget aku tanggung sendiri
(Contohnya, luka yg masih fresh ini)
Biasaya aku suka kesendirian, tapi kali ini kesendirian bikin luka itu tambah besar. Berdarah, menganga, terbuka lebar....
Dan sakit banget, kawan. Asli.
Yah, itu kalo aku sendiri.
Tapi tadi aku ketemu anak2 inter... spend alot of times with them... and guess what?? Somehow, they managed to wrap up this wound...
Luka ini jadi ga sakit lagi. Ga nyut-nyutan lagi. Darahnya berenti, dan luka itu mulai nutup. Aku heran gimana itu bisa terjadi. Segampang itu mereka nutup luka ini, sementara kalo aku sendiri, aku mesti berjuang mati2an biar gak ngerasa sakit.
Dan setelah itu Kak Oddie maen ke rumahku. God... that really felt like old times. We just sat there for hours, talk about things, playing games, laugh aloud...
Dan lukaku GAK PERNAH sekalipun kerasa sakit lagi, waktu dia lagi sama aku.
Makasih kak... Makasih banget... Maybe u din know how much u helped me out of this misery. Padahal mungkin kamu ga ngrasa ngelakuin apa2, ya? Hhe... But in fact u did, Kak. My onii-chan really is the best! X)
Thanx alot, guys....
Kalian emang anugerah Tuhan buat aku.
INTERSQUAD GAK TERGANTIKAN
(Contohnya, luka yg masih fresh ini)
Biasaya aku suka kesendirian, tapi kali ini kesendirian bikin luka itu tambah besar. Berdarah, menganga, terbuka lebar....
Dan sakit banget, kawan. Asli.
Yah, itu kalo aku sendiri.
Tapi tadi aku ketemu anak2 inter... spend alot of times with them... and guess what?? Somehow, they managed to wrap up this wound...
Luka ini jadi ga sakit lagi. Ga nyut-nyutan lagi. Darahnya berenti, dan luka itu mulai nutup. Aku heran gimana itu bisa terjadi. Segampang itu mereka nutup luka ini, sementara kalo aku sendiri, aku mesti berjuang mati2an biar gak ngerasa sakit.
Dan setelah itu Kak Oddie maen ke rumahku. God... that really felt like old times. We just sat there for hours, talk about things, playing games, laugh aloud...
Dan lukaku GAK PERNAH sekalipun kerasa sakit lagi, waktu dia lagi sama aku.
Makasih kak... Makasih banget... Maybe u din know how much u helped me out of this misery. Padahal mungkin kamu ga ngrasa ngelakuin apa2, ya? Hhe... But in fact u did, Kak. My onii-chan really is the best! X)
Thanx alot, guys....
Kalian emang anugerah Tuhan buat aku.
INTERSQUAD GAK TERGANTIKAN
Subscribe to:
Posts (Atom)